Jejak Awal Eksistensi Peradilan Agama

Mei 18, 2011

Pengadilan agama di Indonesia merupakan sebuah institusi yang mempunyai sejarah tersendiri. Lembaga ini telah eksis semenjak bangsa ini belum secara formal diproklamirkan dan diakui oleh bangsa-bangsa yang lain. Cikal bakal Peradilan agama berawal bersama kedatangan para juru dai agama islam ke wilayah nusantara dan telah mempunyai komunitas diwilayah nusantara.

Dalam beberapa tulisan yang penulis temukan, Pengadilan agama dalam format yang sederhana sudah ada sebelum belanda dating. Disepakati bahwa Peradilan Agama sudah ada sejak islam masuk ke wilayah nusantara pada abad VII masehi atau abad pertama hijrah. Beberapa produk peradilan agama yang bisa dilacak adalah kisah dieksekusinya Datu Abulung oleh Sultan ketika dia mengajarkan ajaran wihdatul wujud yang dikhawatirkan ajaran tersebut akan menyesatkan masyarakat. Kejadian tersebut terjadi diwilayah Kalimantan Selatan pada jaman dahulu kala. Pada masa ini Peradilan Agama berwenang menangani perkara perdata dan atau pidana. Jadi, sebelum Belanda melancarkan politik hukumnya di nusantara, hokum islam telah mendapatkan tempat yang kuat secara formal kenegaraan (kerajaan) juga kedudukannya di masyarakat.

Format peradilan agama yang lebih sistematis diperkenalkan oleh penguasa kerajaan Mataram. Raja Mataram saat itu menggantikan peradilan pradata dan peradilan padu menjadi peradilan serambi. Nama pengadillan serambi dikarenakan pada saat itu penyelesaian sengketa sering dilakukan di serambi masjid.

Ketika penjajahan Belanda semakin kokoh, secara resmi aturan formal yang mengatur tentang Peradilan Agama di Nusantara adalah keputusan raja belanda Staatblad (Stbl) No 152 pada tahun 1882 tentang pembentukan pengadilan agama di jawa dan Madura (berpalingen betrefende de priesterranden op java en madoera).  Pengadilan tingkat pertama di jawa dan Madura di beri nama pengadilan agama sedangkan untuk tingkat banding di beri nama mahkamah tinggi islam. Sedangkan untuk daerah Kalimantan selatan dan Kalimantan timur pengadilan tingkat pertama disebut kerapatan qodhi dan tingkat banding disebut kerapatan qodhi besar.

Kondisi merdeka tentu berbeda dengan kondisi terjajah. Atas kajian Snouck Hurgronje, kewenangan pengadilan agama dipersempit. Kondisi ini tentu sangat mengecewakan bagi umat islam di nusantara pada saat itu. Pada tahun 1937 keluar staatsblad no.116 yang pada pokoknya mencabut kewenangan pengadilan agama dalam menyelesaikan sengketa waris dan masalah lain yang berhubungan harta kekayaan. sejak saat itu kewenangan pengadilan agama sebatas menyelesaikan permasalahan perkawinan dan perceraian. Ternyata peraturan yang dikeluarkan sejak tahun 1937 ini sangat membekas di benak kebanyakan kita sehingga sampai saat ini pengadilan agama masih saja di identikkan dengan lembaga stempel perceraian.

Peralihan estafeta kepemimpinan penjajah belanda ke penjajah jepang tidak merubah sedikitpun keadaan pengadilan agama kearanh yang lebih baik. Selain jangka waktu yang singkat, nampaknya jepang tidak mempunyai konsep mengenai peradilan agama di nusantara. Penjajah jepang hanya merubah nama pengadilan agama ke bahasa jepang Sooryo Hooin.

Pemikiran Tasawuf Al-Ghazali

Maret 27, 2009

 

I. Pendahuluan

Pada abad kelima hijriyah, lahirlah seorang tokoh tasawuf besar yaitu Al Ghozali, beliau adalah seorang yang mampu memadukan tasawuf dengan filsafat secara seimbang. Masa  itu adalah masa dimana banyak sekali terjadi fanatisme mazhab yang berlebihan, dan menuduh bid’ah serta kafir setiap orang yang tidak mau menerima faham dan keyakinannya[1]. Baca entri selengkapnya »

Fase Kebangkitan Umat Islam : Konsep Hasan Al Banna tentang Penegakkan Khilafah

Januari 25, 2009

Disampaikan oleh : M. Dikyah Salaby Maarif*

I. Pendahuluan

Kebangkitan Islam sangat identik dengan pembaharuan di Mesir. Hal ini terjadi karena pada sekitar abad XIX akhir atau lebih tepatnya memasuki abad XX banyak pemikir Islam yang mempunyai jiwa pembaharuan muncul dari negara ini. Sebut saja Muhammad Abduh yang terkenal dengan gerakan tajdidnya. Manufer Muhammad Abduh sangat terkenal terutama di bidang pemikiran dan metodologi pengajaran dalam Islam yang menganut sistem modern. Saat itu tidak sedikit ulama kolot yang menentangnya dan menganggap hasil pemikirannya ini telah melenceng jauh dari ajaran Islam yang murni[1]. Baca entri selengkapnya »

SEJARAH ISLAM DI INDONESIA

Januari 18, 2009

Sebuah Kajian Sejarah Awal Mula Islam Masuk Di Nusantara[*]

Oleh : M. Dikyah Salah Salaby Maarif[†]

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka terdapat pengajaran bagi orang-ortang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukan cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman (QS Yusuf 12:111)

  1. Pendahuluan

Islam adalah Din yang rahmatan lil alamin. Dengan pengertian bahwa hanya dengan nur islamlah manusia akan terlepas dari segala bentuk belenggu (kejahiliahan) yang mengekangnya. Tentunya belenggu-belenggu itulah yang memposisikan manusia menjadi lebih terpuruk hingga derajatnya lebih rendah dari hewan sekalipun. Sesuai dengan fungsinya, rahmatan lil alamin, islam tidaklah terbatas pada segelintir manusia atau hanya sebatas teritori tertentu di sebagian kecil dunia ini. Namun ia adalah seperangkat sistem yang syumul yang menyentuh fitrah manusia kapanpun dan di belahan dunia manapun tanpa memandang warna kulit, suku, ras dan bahasa. Baca entri selengkapnya »

Hello world!

Januari 18, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!